Terakhir Diperbarui: September 2026
Jawaban singkat: Pasar Gwangjang di Jongno-gu adalah pasar tradisional tertua di Seoul sekaligus destinasi kuliner paling terkenal di kota ini — datanglah untuk mencicipi bindaetteok (pancake kacang hijau), mayak gimbap, dan yukhoe (daging sapi mentah), siapkan sekitar ₩3.000–8.000 per porsi, dan usahakan datang saat makan siang di hari kerja (11.30–13.30) jika ingin menghindari keramaian akhir pekan. Lorong kuliner buka setiap hari hingga sekitar pukul 23.00, dan stasiun subway terdekat adalah Jongno 5-ga (Jalur 1) dan Euljiro 4-ga (Jalur 2 dan 5).
Pasar Gwangjang adalah pengenalan terbaik untuk kuliner pasar tradisional Korea di Seoul — labirin kedai berusia lebih dari satu abad yang luas, tempat para nenek menggoreng pancake kacang hijau seukuran piring makan, dan aroma minyak wijen serta daging panggang menggantung di lorong-lorongnya dari pagi hingga larut malam. Pasar ini memang ramai wisatawan dalam arti hampir semua orang akhirnya mampir ke sini, tetapi belum “dibersihkan” demi turis: pengunjungnya tetap didominasi orang Korea, harganya tetap harga lokal, dan makanannya tetap dimasak dengan cara yang sama seperti puluhan tahun lalu.
Panduan ini membahas apa yang perlu dipesan, kedai mana saja yang layak diantre, berapa biayanya, dan bagaimana merencanakan kunjunganmu.
Daftar Isi
- Apa Itu Pasar Gwangjang?
- Apa yang Harus Dimakan di Pasar Gwangjang
- Kedai Mana yang Layak Diantre?
- Kapan Waktu Terbaik untuk Berkunjung?
- Berapa Biaya Makanannya?
- Apakah Pasar Gwangjang Masih Layak Dikunjungi?
- Cara Menuju Pasar Gwangjang
- Tips Berkunjung
- Rencanakan Perjalananmu
Apa Itu Pasar Gwangjang?
Pasar Gwangjang dibuka pada tahun 1905 sebagai pasar permanen pertama di Korea — pasar pertama yang berjualan setiap hari dalam seminggu, bukan dengan jadwal bergilir, pada masa ketika sebagian besar pasar Korea masih bersifat sementara. Awalnya dikenal sebagai Pasar Dongdaemun sebelum berganti nama menjadi Gwangjang pada tahun 1960. Lebih dari satu abad kemudian, pasar ini masih dikelola oleh salah satu asosiasi pasar tertua yang terus beroperasi di negara ini, dan tetap menjadi pasar yang benar-benar berfungsi, bukan sekadar tempat wisata: lebih dari 5.000 kios tersebar di area seluas sekitar 42.000 meter persegi, menjual segala hal mulai dari barang impor dan kain hanbok hingga ikan kering dan sutra bekas.
Namun, bagian yang paling banyak menarik pengunjung adalah lorong kuliner — arkade kedai beratap yang terhubung ke gerbang timur dan selatan pasar, tempat para pedagang telah menggoreng, merebus, dan mengukus sederet hidangan yang sama selama beberapa generasi. Sekitar 65.000 orang mengunjungi pasar ini pada hari biasa, dan pasar ini pernah tampil di serial Netflix Street Food: Asia, yang membuat beberapa kedai paling terkenalnya mendapat perhatian internasional.

Apa yang Harus Dimakan di Pasar Gwangjang
Beberapa hidangan menjadi ciri khas pasar ini. Datanglah dalam keadaan lapar dan rencanakan untuk berbagi beberapa menu dengan dua atau tiga orang, daripada memesan porsi penuh dari semuanya.
| Hidangan | Apa Itu |
|---|---|
| Bindaetteok | Pancake gurih dan tebal dari kacang hijau giling, sayuran, dan terkadang daging babi, digoreng hingga pinggirannya renyah keemasan — hidangan andalan pasar ini |
| Mayak gimbap | Gimbap mini yang “bikin ketagihan” — gulungan nasi rumput laut berukuran gigitan berisi wortel, bayam, dan lobak acar, dicelup ke saus mustard-kecap pedas |
| Yukhoe | Steak tartar ala Korea dari daging sapi mentah, dibumbui minyak wijen dan pir, sering ditaburi kuning telur mentah di atasnya |
| Kalguksu | Mi gandum yang dipotong tangan, disajikan dalam kuah hangat — menu klasik pasar yang terkenal lewat antrean puluhan tahun di salah satu kedainya |
| Sundae | Sosis darah khas Korea, dikukus lalu diiris, biasanya disajikan dengan cocolan garam dan lada |
| Deretan banchan | Kedai-kedai yang dipenuhi kimchi, sayuran acar, dan lauk pendamping awetan — asyik dilihat-lihat meski tidak membeli |

Kamu tidak perlu merencanakan setiap tujuan dari jauh-jauh hari. Setengah keseruan Pasar Gwangjang justru ada pada menyusuri lorong kuliner dan memesan apa pun yang terlihat atau tercium paling menggugah selera — kedai paling ramai hampir selalu menjadi pilihan paling aman.
Kedai Mana yang Layak Diantre?
Beberapa kedai sudah membangun reputasi yang jauh melampaui pasar itu sendiri. Kedai bindaetteok Wonjo Sunhui sudah menggoreng pancake selama lebih dari 40 tahun dan pernah tampil di Street Food: Asia milik Netflix — salah satu kedai yang dianggap berjasa menjadikan bindaetteok sebagai ikon pasar ini. Tidak jauh dari situ, kedai mi potong tangan yang biasa dikenal dengan nama pemiliknya, Cho Yonsoon, selalu diantre panjang untuk kalguksu-nya dan juga pernah diliput di serial yang sama. Kedai-kedai sundae berkumpul di bagian tengah aula kuliner beratap, mudah dikenali dari panci kukusan bajanya serta nampan sosis iris yang dijaga tetap hangat di balik kaca.

Nama kedai dan lokasi persisnya bisa berubah seiring waktu saat sewa tempat berpindah tangan, jadi anggap ini sebagai titik awal, bukan peta pasti — strategi yang lebih bisa diandalkan adalah mengikuti antrean. Antrean yang sebagian besar diisi pelanggan Korea, terutama saat jam makan siang, adalah tanda terbaik bahwa kamu sudah menemukan kedai yang layak dicoba.
Kapan Waktu Terbaik untuk Berkunjung ke Pasar Gwangjang?
Waktu makan siang di hari kerja, sekitar pukul 11.30 hingga 13.30, adalah momen terbaik — kedai baru saja diisi ulang, antrean masih wajar, dan kamu akan berbagi lorong dengan pekerja kantoran yang sedang jam istirahat, bukan rombongan turis. Pasar secara umum tutup pada hari Minggu, tetapi lorong kuliner adalah pengecualian — beroperasi setiap hari dalam seminggu, biasanya mulai sekitar pukul 9 pagi hingga 11 malam. Akhir pekan dan malam hari membawa keramaian terbesar, jadi jika kamu ingin foto tanpa dipenuhi orang di setiap bidikan, datanglah pada pagi hari kerja.
Berapa Biaya Makanannya?
Pasar Gwangjang masih menjadi salah satu tempat termurah untuk makan enak di Seoul. Satu porsi bindaetteok umumnya berkisar ₩4.000–8.000, seporsi mayak gimbap ₩3.000–5.000, dan semangkuk kalguksu atau seporsi sundae ada di kisaran serupa — sebagian besar hidangan berada di antara ₩3.000 dan ₩8.000, dan makan siang sambil mencicipi berbagai menu untuk satu orang jarang melebihi ₩20.000–25.000 meskipun sudah mencoba beberapa kedai. Harga biasanya sudah tertera, tetapi ada baiknya memastikan harga sebelum duduk atau memesan, terutama untuk yukhoe, yang dijual berdasarkan berat dan bisa lebih cepat menambah total tagihan dibanding hidangan berukuran camilan. Sebagian besar kedai terbiasa menerima uang tunai meski kartu juga bisa dipakai, jadi membawa uang tunai akan mempercepat semuanya.
Apakah Pasar Gwangjang Masih Layak Dikunjungi?
Ya — ini tetap salah satu pengalaman kuliner terbaik di Seoul, lengkap dengan keramaian turisnya. Yang membuatnya tidak terasa seperti jebakan turis adalah karena pasar ini tetap terutama menjadi pasar untuk orang Korea sendiri: pelanggan yang makan berdesakan di meja kedai sebagian besar adalah warga lokal yang sedang jam istirahat atau belanja pasar, bukan sesama wisatawan, dan makanannya diberi harga serta dimasak sesuai dengan itu. Perhatian dari Netflix memang membawa lebih banyak pengunjung ke beberapa kedai terkenal, tetapi pasar ini cukup luas sehingga berjalan lima menit dari sudut paling ramai akan membawamu kembali ke kedai-kedai yang kebanyakan didatangi pelanggan tetap.
Cara Menuju Pasar Gwangjang
Pasar Gwangjang terletak di 88 Changgyeonggung-ro, Jongno-gu, dan mudah dijangkau dengan subway dari hampir semua titik di pusat Seoul. Stasiun terdekat adalah Stasiun Jongno 5-ga (Jalur 1, Pintu Keluar 8) dan Stasiun Euljiro 4-ga (Jalur 2 dan 5), keduanya hanya beberapa menit jalan kaki dari lorong kuliner. Lokasinya juga hanya sejalan kaki singkat dari Dongdaemun, sehingga keduanya bisa dikunjungi sekaligus dengan mudah — belanja di pusat perbelanjaannya, lalu tutup hari dengan makan malam di pasar. Jika kamu menginap di sekitar sini, panduan tempat menginap di Dongdaemun kami mengulas hotel-hotel yang bisa dicapai dengan berjalan kaki.

Tips Berkunjung
- Datang dalam keadaan lapar, pesan porsi kecil. Bagi hidangan dengan rombonganmu supaya bisa mencicipi lebih banyak sudut pasar, bukan justru kenyang di satu kedai saja.
- Bawa uang tunai. Kebanyakan kedai sekarang menerima kartu, tetapi uang pecahan kecil tetap membuat transaksi lebih cepat di kedai yang ramai.
- Ikuti antrean. Antrean warga lokal adalah tanda terbaik bahwa kamu sudah menemukan kedai yang layak ditunggu.
- Datang pagi untuk foto, datang siang untuk makan. Akhir pagi di hari kerja masih sepi; pukul 11.30–13.30 adalah saat kedai-kedai berada di kondisi terbaiknya.
- Gabungkan dengan Dongdaemun. Kedua kawasan ini hanya berjarak jalan kaki singkat dan bisa dipadukan secara alami dalam satu sore.
Rencanakan Perjalananmu
Jika kamu belum menentukan tanggal, ada baiknya membandingkan tarif penerbangan terbaru ke Seoul✈️ sebelum memastikan rencana perjalananmu.
Ingin ada pemandu yang memesankan makanan untukmu? Tur jajanan kaki lima dan pasar di Seoul🎫 adalah pilihan bagus untuk kunjungan pertama — pemandu lokal bisa langsung mengarahkanmu ke kedai-kedai terbaik dan memesankan hidangan yang mungkin akan terlewat kalau kamu sendirian.
Untuk lebih banyak lagi soal dunia pasar dan jajanan kaki lima di kota ini, lihat panduan kami tentang jajanan kaki lima Korea di Seoul dan rangkuman apa yang harus dimakan di Seoul. Jika kamu sedang menyusun satu hari penuh di seputar Jongno dan Dongdaemun, panduan kawasan Dongdaemun kami mengulas pusat perbelanjaan di sebelahnya.
Pengungkapan: Artikel ini mengandung tautan afiliasi. Jika kamu memesan melalui tautan ini, saya mungkin mendapat komisi kecil tanpa biaya tambahan bagimu. Saya hanya merekomendasikan layanan yang akan saya gunakan sendiri.
