A street-food vendor in Seoul selling traditional Korean street food snacks

Jajanan Kaki Lima Korea di Seoul: Apa & Di Mana Harus Mencoba (2026)

Terakhir diperbarui: Juni 2026

Jawaban singkat: Jajanan kaki lima Korea yang wajib dicoba adalah tteokbokki, gimbap, hotteok, twigim, dan sate eomuk (kue ikan), yang paling murah dan segar bisa ditemukan di Pasar Gwangjang serta deretan lapak malam di Myeongdong dan Hongdae — sebagian besar camilan seharga ₩1.000–5.000 dan kebanyakan lapak hanya menerima tunai.

Jajanan kaki lima Korea adalah salah satu kesenangan terbesar saat liburan ke Seoul — murah, cepat, variannya tak ada habisnya, dan paling nikmat disantap sambil berdiri di depan lapak yang mengepul saat kerumunan malam berlalu-lalang. Dari kue beras kenyal berselimut saus merah pedas manis hingga kue berbentuk ikan dan panekuk yang mendesis di wajan, pasar-pasar dan jalanan malam kota ini adalah pesta kuliner berjalan yang cuma butuh beberapa ribu won untuk dicicipi habis-habisan. Bagi banyak wisatawan, inilah pengalaman makan paling berkesan selama di Korea.

Panduan ini merangkum camilan yang wajib dicoba, tempat terbaik menemukannya, kisaran harganya, dan cara memesan dengan percaya diri.


Daftar Isi


Apa Itu Jajanan Kaki Lima Korea?

Jajanan kaki lima Korea adalah dunia camilan murah dan siap santap yang dijual dari lapak pasar, gerobak makanan, hingga tenda oranye pojangmacha yang bermunculan di jalanan kota begitu malam tiba. Rentangnya mulai dari camilan genggam yang cepat sampai piring-piring kecil yang langsung disantap di tempat, dan semuanya sudah menyatu dengan keseharian di sini — camilan sela waktu makan, kudapan sepulang kerja, atau makan siang di pasar. Ini juga jadi pintu masuk yang bagus untuk mengenal masakan Korea: tidak ada yang mewah, semuanya segar, dan kamu bisa mencoba belasan hidangan dalam satu sore dengan harga setara satu kali makan di restoran duduk.

Pedagang kaki lima di Seoul menjual camilan jajanan khas Korea

Jajanan Kaki Lima Korea yang Wajib Dicoba

Menu klasik yang patut dicari:

Camilan Apa itu
Tteokbokki Kue beras kenyal yang direbus dalam saus merah manis-pedas — bintang utamanya
Hotteok Panekuk yang digoreng di wajan datar, diisi gula merah leleh dan kacang
Gimbap Gulungan nasi berbalut rumput laut dengan berbagai isian
Twigim Gorengan ala Korea — sayuran, cumi, dan pangsit
Eomuk / odeng Sate kue ikan disiram kuah hangat, paling pas saat musim dingin
Gyeranppang Roti manis kecil yang dipanggang dengan satu butir telur utuh di dalamnya
Bungeoppang Kue berbentuk ikan yang diisi pasta kacang merah
Bindaetteok Panekuk kacang hijau yang renyah, kekhasan Pasar Gwangjang
Tteokbokki pedas dengan telur rebus, jajanan kaki lima khas Korea

Tidak perlu terlalu banyak berpikir — tunjuk saja yang kelihatan enak dan yang sedang diantre warga lokal. Lapak yang paling ramai biasanya yang paling layak dicoba.


Di Mana Menemukan Jajanan Kaki Lima Terbaik

Beberapa kawasan ini paling cocok untuk wisata kuliner sambil jalan:

  • Pasar Gwangjang — pasar tradisional legendaris, terkenal dengan bindaetteok, mayak gimbap, dan hidangan daging sapi mentah; pemberhentian paling autentik.
  • Myeongdong — kawasan paling ramah wisatawan, dengan deretan lapak malam yang menjajakan sate ayam goreng, kentang spiral, dan roti telur.
  • Hongdae — lebih muda, lebih murah, dan penuh semangat, dengan lapak-lapak yang melayani keramaian malam.
  • Pasar Namdaemun — pasar tua yang luas dengan jajanan lapak yang mengenyangkan dan suasana lokal yang hidup.
Jajanan kaki lima sedang disiapkan di sebuah pasar di Seoul

Waktu kunjungan sama pentingnya dengan lokasi. Banyak deretan jajanan kaki lima paling semarak di malam hari, saat kerumunan sepulang kerja dan penikmat malam menghidupkan lapak-lapak dan tenda oranye pojangmacha mulai berdiri di seantero kota. Pasar tradisional seperti Gwangjang, sebaliknya, justru paling ramai di siang hari hingga awal malam sebelum mulai sepi. Apa pun pilihanmu, datanglah dengan perut lapar dan niat untuk mencicipi sedikit-sedikit dari banyak lapak, bukan langsung berkomitmen pada satu hidangan saja — keseruannya justru ada pada mencoba sedikit demi sedikit dari satu lapak ke lapak lain, mengikuti aroma yang menggoda.

Untuk hidangan yang disantap sambil duduk sebagai pelengkap jajan-jajan ini, panduan kuliner Seoul kami membahas BBQ, sup, dan mi yang layak dinikmati di meja makan.


Berapa Biayanya?

Jajanan kaki lima harganya sungguh bersahabat. Sebagian besar camilan berkisar ₩1.000–5.000 saja — semangkuk tteokbokki, sepotong hotteok, atau beberapa tusuk sate harganya nyaris tidak terasa di kantong, dan kamu bisa kenyang berkeliling beberapa lapak dengan kurang dari ₩15.000. Ini termasuk santapan dengan nilai terbaik di seluruh kota, itulah salah satu alasan jajanan kaki lima begitu digemari wisatawan hemat; panduan Seoul hemat budget kami mengandalkan strategi persis seperti ini.


Cara Memesan Seperti Warga Lokal

Memesan itu mudah, bahkan tanpa bisa bahasa Korea. Tunjuk yang kamu mau, angkat jari untuk menyebutkan jumlahnya, lalu bayar — kebanyakan lapak hanya menerima tunai, jadi bawalah uang pecahan kecil. Sebagian lapak punya meja berdiri untuk makan di tempat; sebagian lain memberimu cup kertas atau nampan untuk dibawa pergi. Di lapak dengan kuah bersama (seperti kue ikan), biasanya kamu mengambil sendiri satu tusuk dan segelas kuah gratisnya, lalu membayar sesuai yang kamu makan. Senyuman dan ucapan “juseyo” (tolong) sudah sangat membantu.


Amankah Jajanan Kaki Lima Korea untuk Dimakan?

Secara umum, ya — jajanan kaki lima Korea aman, dan wisatawan jarang mengalami masalah karenanya. Standar kebersihannya tinggi, lapak-lapak yang ramai punya perputaran cepat sehingga makanan selalu segar dan panas, dan pasar-pasarnya diawasi dengan baik. Aturan praktis yang berlaku di mana pun tetap berlaku di sini: pilih lapak yang ramai diantre dengan tempo cepat, utamakan makanan yang dimasak atau digoreng saat dipesan ketimbang yang sudah dipajang lama, dan percayakan pada penciumanmu. Kalau perutmu cukup sensitif, mulailah pelan-pelan alih-alih mencoba selusin hal baru sekaligus.

Rasa pedas lebih sering jadi kejutan dibanding soal keamanan pangan. Beberapa camilan andalan — tteokbokki yang paling utama, plus beberapa saus tertentu — punya tingkat pedas yang nyata, sementara banyak yang lain (gimbap, hotteok, twigim, roti telur) justru gurih ringan tanpa pedas. Perlu dicatat juga, sertifikasi halal jarang ditemukan di lapak kaki lima seperti ini, jadi kalau kamu menjaga pola makan halal, tak ada salahnya bertanya dulu soal bahan atau kaldu yang dipakai — untungnya sebagian besar camilan di daftar ini berbasis nasi, sayuran, atau kue ikan, bukan daging babi. Kalau kamu tidak tahan pedas, padukan camilan yang menyengat dengan yang manis atau bercitarasa netral, dan ingat bahwa segelas kuah kue ikan gratis atau minuman dingin bisa cepat meredakan panasnya.


Tips Menyantap Jajanan Kaki Lima

  • Bawa uang tunai pecahan kecil. Kebanyakan lapak tidak menerima kartu asing.
  • Ikuti antrean. Lapak yang ramai berarti makanannya segar dan cepat berganti.
  • Datanglah dengan perut lapar di malam hari. Banyak deretan jajanan kaki lima baru hidup setelah gelap.
  • Perhatikan tingkat pedasnya. Tteokbokki dan beberapa saus cukup menyengat — padukan dengan camilan yang lebih ringan kalau kamu sensitif.
  • Ikuti tur kuliner berpemandu. Pemandu lokal bisa membawamu ke lapak dan hidangan yang mustahil kamu temukan sendiri.

Rencanakan Perjalananmu

Mulailah dengan cek harga tiket pesawat ke Seoul✈️. Setelah tanggalnya pasti, begini cara menyusun sisa rencana perjalananmu.

Kenali lebih dalam bersama pemandu. Kamu bisa ikut tur jajanan kaki lima Seoul🎫 yang mengajakmu berkeliling pasar dan memesankan camilan favorit warga lokal untukmu.

Masukkan ke dalam rencana harianmu. Padukan wisata kuliner keliling pasar dengan itinerary Seoul 4 hari kami, dan pakai panduan transportasi di Seoul kami untuk menuju ke pasar-pasarnya.


Pengungkapan: Artikel ini memuat tautan afiliasi. Jika kamu memesan lewat tautan tersebut, saya bisa memperoleh komisi kecil tanpa biaya tambahan untukmu. Saya hanya merekomendasikan layanan yang saya pakai sendiri.


Tentang Penulis

Stay Cat adalah pakar wisata Korea yang lahir dan besar di sana, menghabiskan seumur hidup menjelajahi negaranya sendiri — sekaligus pelancong yang sudah keliling dunia. Sebagai kreator perjalanan dengan lebih dari 40.000 pengikut, Stay Cat menulis setiap panduan Trablind dari pengetahuan lokal dan pengalaman langsung: saran praktis yang benar-benar dijalani, bukan hasil riset tangan kedua. Selengkapnya di Threads.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ikuti kami di Threads: @staypickcat