Flowers in front of a Korean Buddhist temple, the setting for a temple stay in Korea

Temple Stay & Hanok Stay di Korea: Panduan untuk Pemula (2026)

Terakhir diperbarui: Juni 2026

Jawaban singkat: Temple stay di Korea adalah program menginap semalam di kuil Buddha — meditasi, makanan kuil, minum teh bersama biksu, dan kebaktian subuh — terbuka untuk siapa saja dan sering ditawarkan dalam bahasa Inggris. Coba Jogyesa atau Bongeunsa di Seoul; program menginap semalam biasanya berkisar ₩50.000–100.000.

Temple stay di Korea adalah penawar sempurna untuk perjalanan kota yang serba cepat — semalam atau dua malam di dalam kuil Buddha yang masih aktif beroperasi, menukar notifikasi ponsel dengan meditasi, udara pegunungan, dan keheningan. Di sampingnya, menginap di hanok tradisional memberimu kesempatan tidur di rumah kayu berusia ratusan tahun. Keduanya kini menjadi salah satu pengalaman paling dicari wisatawan yang ingin memperlambat langkah dan menjelajah Korea lebih dalam.

Panduan ini menjelaskan seperti apa sebenarnya masing-masing pengalaman ini, di mana melakukannya dekat Seoul, berapa biayanya, dan bagaimana memilih di antara keduanya.


Daftar Isi


Apa Itu Temple Stay di Korea?

Temple stay di Korea adalah program menginap semalam (atau sehari) yang memberi pengunjung kesempatan merasakan langsung keseharian seorang biksu Buddha. Dijalankan lewat program resmi Templestay di kuil-kuil di seluruh negeri, program ini terbuka untuk siapa saja — tanpa syarat keyakinan atau pengalaman tertentu — dan banyak sesi ditawarkan dalam bahasa Inggris. Kamu juga bisa memesan pengalaman temple stay dan tur spiritual🎫 lewat platform aktivitas kalau situs resminya sudah penuh. Kamu akan menginap di penginapan kuil yang sederhana, makan makanan vegetarian ala kuil, dan ikut serta dalam rutinitas biara.

Bunga-bunga di depan kuil Buddha Korea, lokasi khas untuk temple stay di Korea

Suasananya tenang, terstruktur, dan mengejutkan menyentuh hati. Bersiaplah untuk memulai hari lebih awal, digital detox secara otomatis, dan penyegaran pikiran yang tak bisa diberikan hotel manapun.


Apa Saja yang Dilakukan Saat Temple Stay?

Selama temple stay, kamu ikut serta dalam ritme harian biara — meditasi yang dipandu, makan kuil berbahan nabati yang disantap penuh kesadaran, upacara minum teh bersama biksu, 108 kali sujud (opsional), dan ritual seperti lonceng subuh serta pembacaan mantra. Programnya berbeda-beda tiap kuil, tapi kebanyakan memadukan rangkaian kegiatan berikut:

  • Meditasi — latihan duduk dan meditasi berjalan, dipandu dengan lembut.
  • Makanan kuil — hidangan nabati sederhana yang disantap penuh kesadaran ala biara.
  • Upacara minum teh — berbagi teh dan obrolan bersama biksu.
  • 108 kali sujud — praktik membungkuk opsional, sering dipadukan dengan merangkai gelang tasbih doa untuk dibawa pulang.
  • Ritual kuil — lonceng subuh, kebaktian pembacaan mantra, dan penyalaan lampion.
Kuil Bulguksa, kuil Buddha bersejarah di Korea Selatan

Kamu bebas ikut serta sebanyak atau sesedikit yang kamu mau — intinya adalah ketenangan, bukan daya tahan.


Di Mana Bisa Ikut Temple Stay Dekat Seoul?

Kamu tak perlu keluar kota untuk mencobanya. Di pusat Seoul, Jogyesa menawarkan program harian dan menginap semalam yang mudah diakses, sementara Bongeunsa, tepat di seberang COEX di Gangnam, menjalankan sesi terkenal dengan latar langit kota. Untuk suasana kuil pegunungan yang lebih mendalam, pergilah sedikit lebih jauh ke kuil-kuil di perbukitan sekitar ibu kota, atau masukkan menginap di kuil ke dalam perjalanan yang lebih panjang — tempat seperti Beomeosa dekat Busan dan Haeinsa yang masuk daftar UNESCO terkenal karena lokasinya yang menakjubkan.

Pesan lewat situs resmi Templestay atau langsung ke kuil yang berpartisipasi, dan cek dulu tanggal mana yang menjalankan program berbahasa Inggris sebelum memutuskan.

Kuil-kuil di kota seperti ini adalah pilihan paling mudah kalau waktumu terbatas atau kamu belum yakin mau berkomitmen menginap jauh dari kota — kamu tetap mendapat inti pengalamannya tanpa jauh dari hotel. Kuil pegunungan membalas perjalanan ekstra itu dengan keheningan yang lebih dalam, jalan-jalan di hutan, dan malam bertabur bintang, jadi kalau tujuanmu benar-benar melarikan diri sejenak, lebih baik masukkan ini ke dalam perjalanan yang lebih panjang keliling negeri daripada memaksakannya di sela-sela city break singkat.


Apa Itu Hanok Stay?

Hanok stay menggantikan kuil dengan rumah tradisional Korea — atap genteng, balok kayu, halaman tengah, dan lantai ondol berpemanas yang kamu tiduri dengan kasur yang digelar setiap malam. Ini adalah versi slow travel yang lebih lembut: suasana Korea masa lalu dengan tempat tidur nyaman dan, seringkali, kamar mandi modern.

Pagoda kayu Palsangjeon di Kuil Beopjusa, Korea
Foto: Steve46814 / CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons

Di Seoul, kawasan Bukchon dan Insadong memiliki guesthouse hanok butik di antara gang-gangnya yang terjaga rapi. Untuk pengalaman paling lengkap, desa hanok raksasa di Jeonju adalah tempat paling terkenal di negeri ini untuk menginap di rumah tradisional — dibahas lengkap di panduan wisata Jeonju kami. Kamu bisa membandingkan hanok stay di kota tua Jeonju🏨 atau guesthouse tradisional di sekitar Bukchon🏨 untuk membandingkan pilihan.


Berapa Biaya Temple Stay?

Temple stay tergolong sangat terjangkau untuk pengalaman sekelas ini. Program menginap semalam biasanya berkisar ₩50.000–100.000 per orang, sudah termasuk penginapan, makan, dan kegiatan — lebih murah lagi untuk program setengah hari atau sehari tanpa menginap. Harganya bervariasi tergantung kuil dan apakah kamu memilih program “relaksasi” yang santai atau program pengalaman penuh dengan lebih banyak sesi terpandu dan tugas-tugas kecil ala biara.

Hanok stay punya rentang harga yang lebih lebar. Kamar guesthouse sederhana dengan lantai ondol berpemanas bisa benar-benar ramah kantong, sementara hanok butik dengan halaman pribadi dan kamar mandi modern di Bukchon atau Jeonju sudah masuk kelas hotel menengah. Bagaimanapun, kamu membayar untuk suasana dan cerita, bukan fasilitas bintang lima — dan memang itulah intinya.


Bagaimana Cara Memesan Temple Stay di Korea?

Cara termudah adalah lewat situs resmi Templestay, yang mencantumkan kuil-kuil yang berpartisipasi, tanggal yang tersedia, jenis program (relaksasi, pengalaman, atau templestay), dan harganya — dengan antarmuka pemesanan berbahasa Inggris. Cari berdasarkan wilayah, saring program yang ramah bahasa Inggris, lalu pesan langsung. Sebagian besar kuil butuh pemberitahuan minimal satu-dua hari sebelumnya; kuil kota yang populer seperti Bongeunsa bisa penuh berminggu-minggu sebelumnya saat musim ramai.

Beberapa hal yang perlu dipastikan saat memesan: apakah tanggal pilihanmu menyertakan pemandu berbahasa Inggris atau materi berbahasa Inggris; apa saja yang disediakan (perlengkapan tidur, makan, seragam kuil); dan jam check-in, karena kuil biasanya memulai program di siang hari. Kalau tidak berhasil memesan lewat situs resmi, platform pemesanan aktivitas terkadang juga mencantumkan program temple stay. Pengalaman ini sendiri tidak membutuhkan pengetahuan atau keyakinan agama tertentu — pendatang baru benar-benar disambut baik.

Temple Stay vs Hanok Stay: Pilih yang Mana?

Keduanya memenuhi kebutuhan yang berbeda. Pilih temple stay kalau kamu ingin penyegaran sejati — meditasi, bangun pagi buta, digital detox, dan pengalaman spiritual yang terstruktur. Pilih hanok stay kalau kamu ingin nuansa romantis dan arsitektur Korea tradisional dengan kenyamanan serta kebebasan tidur malam seperti biasa sesuai jadwalmu sendiri.

Banyak wisatawan melakukan keduanya: semalam di hanok kota untuk suasana, dan semalam di kuil untuk ketenangan. Keduanya justru saling melengkapi, bukan bersaing.


Tips Memesan

  • Cek dulu bahasanya. Pastikan kuil menjalankan program berbahasa Inggris di tanggal yang kamu pilih.
  • Berkemaslah dengan sopan. Pakaian nyaman dan tertutup paling cocok untuk kegiatan di kuil; banyak kuil menyediakan seragam longgar untuk dipakai selama di sana.
  • Siapkan diri untuk tidur cepat dan bangun pagi. Jadwal kuil mengikuti jam biara, bukan jam tidurmu biasanya.
  • Pesan hanok stay dari jauh hari. Guesthouse tradisional terbaik di Bukchon dan Jeonju berukuran kecil dan cepat penuh, terutama di akhir pekan.
  • Kelola ekspektasi soal kenyamanan. Penginapan kuil sederhana dan kamar mandi bersama itu hal yang umum — itu bagian dari pengalamannya.

Rencanakan Perjalananmu

Mulailah dengan memesan tiket pesawat ke Seoul✈️. Begitu sampai di sini, temple stay atau semalam di hanok akan melengkapi pengalaman menjelajah kota secara keseluruhan.

Masukkan ke perjalanan yang lebih panjang. Susun sisa harimu dengan itinerary Seoul 4 hari kami.

Siapkan juga basis di kota. Kamu kemungkinan tetap butuh hotel untuk sisa masa tinggalmu — panduan tempat menginap di Seoul kami membahas area-area terbaik, dan panduan transportasi di Seoul kami membantumu menuju kuil dan desa-desa tradisional itu. Untuk pengalaman menginap tradisional versimu sendiri, kamu juga bisa memesan hanok pribadi atau sewa rumah🏨.


Pengungkapan: Artikel ini memuat tautan afiliasi. Jika kamu memesan lewat tautan tersebut, saya bisa memperoleh komisi kecil tanpa biaya tambahan untukmu. Saya hanya merekomendasikan layanan yang saya pakai sendiri.


Tentang Penulis

Stay Cat adalah pakar wisata Korea yang lahir dan besar di sana, menghabiskan seumur hidup menjelajahi negaranya sendiri — sekaligus pelancong yang sudah keliling dunia. Sebagai kreator perjalanan dengan lebih dari 40.000 pengikut, Stay Cat menulis setiap panduan Trablind dari pengetahuan lokal dan pengalaman langsung: saran praktis yang benar-benar dijalani, bukan hasil riset tangan kedua. Selengkapnya di Threads.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ikuti kami di Threads: @staypickcat